Ketika Cinta Bertasbih 2Di buku kedua inilah terpuaskan smua rasa penasaran yang ada. Meski endingnya aku sudah bisa nebak, namun rangkaian perjalanan yang ada tetap menjadi satu jalinan yang indah. Meski demikian aku merasa novel ini tergesa-gesa diselesaikan, karena ada beberapa masalah yang seharusnya diceritakan lebih panjang lebar, ternyata hanya singkat saja. Misalnya kondisi kehidupan rumah tangga Furqan dan Anna yang terkesan sedikit sekali diceritakan, padahal disitulah puncak konflik yang terjadi.

Meski demikian novel ini tetap penuh makna, sangat mencerahkan

Hanya sunyi yang tersisa

Kala malam hadirkan gelap

Saat pecinta melepas kerinduaan

Meneguk indahnya penyatuaan dua jiwa

Hanya sunyi yang tersisa

Kala siang menghilang dan hingar-bingarnya

Riuh alam dendangkan lagu cinta bagi Sang Kekasih

Merenda kerinduan akan hadirnya masa kebersatuan

Wahai malam

Adakah cinta tersisa

Bagi biduk kecil yang dambakan dermaga

Musafir yang haus di padang gersang

Wahai malam

Kapan penantian ini berujung

Saat cinta menyentuh kedalaman kalbu

Bergelora jiwa terbakar api kerinduan

Bagai embun pagi yang terbakar panas mentari

Sejak awal peradaban, manusia sudah merasakan perlunya sistem pembagian waktu menjadi satuan-satuan periode “bulan” dan “tahun” yang lazim disebut Kalender atau Taqwim (Arab). Kebutuhan manusia akan sistem kalender itu bertemali dengan kepentingan kehidupan sehari-hari mereka dan atau kepentingan kehidupan keagamaan mereka.

(more…)

Ketika_cinta_bertasbihJudul buku : Ketika Cinta Bertasbih (episode 1)
Penulis : Habiburrahman El-Shirazy
Penerbit : Republika – Basmala
Hal : 477 hal, 20,5 x 13,5 cm
Cet. : Pertama, Februari 2007

Sudah lama aku tidak membaca novel. Apalagi novel yang mengangkat kehidupan islami atau lebih tepatnya menyebarkan aroma kehidupan islami dalam konteks pergaulan muda-mudi. Sejak lulus kuliah kira-kira 3 tahun lalu, aku memang jarang membaca novel. Baru beberapa bulan terakhir ini aku mulai lagi membaca buku, terutama yang mampu memberikan pencerahan. Buku ini salah satunya. (more…)