Judul buku : Ketika Cinta Bertasbih (episode 1)
Penulis : Habiburrahman El-Shirazy
Penerbit : Republika – Basmala
Hal : 477 hal, 20,5 x 13,5 cm
Cet. : Pertama, Februari 2007
Sudah lama aku tidak membaca novel. Apalagi novel yang mengangkat kehidupan islami atau lebih tepatnya menyebarkan aroma kehidupan islami dalam konteks pergaulan muda-mudi. Sejak lulus kuliah kira-kira 3 tahun lalu, aku memang jarang membaca novel. Baru beberapa bulan terakhir ini aku mulai lagi membaca buku, terutama yang mampu memberikan pencerahan. Buku ini salah satunya.
Di zaman pergaulan bebas seperti ini, kita butuh sebuah pegangan untuk menuju hidup yang diridhaiNya. Buku ini bisa menjadi jawabannya.
Pengarangnya yang tidak asing lagi karena novel best sellernya “Ayat-Ayat Cinta” saat di filmkan juga menyedot jutaan penonton tanah air. Kang Abik mampu memadukan keindahan sastra, tuntunan fiqh, dunia pesantren, Universitas al Azhar, berbagai pergulatan pemikiran antara menerima takdir dan mempertahankan keinginan, dan yang tak kalah serunya adalah cinta.
Kang Abik bisa menghubungkan antara cinta berahi dan cinta sejati seorang hamba karena sang Kholiq. Beliau juga mengangkat tema santri yang sangat perlu untuk di asah akhlaqnya, agar tidak terkikis oleh modernitas. Betul-betul sebuah karya yang membangun jiwa. Patut diteladani.
Modern tak harus meninggalkan akhlaq Islami khan..???