مِنْ عَلاَمَاتِ الاعْتِمَادِ عَلَى الْعَمَلِ نُقْصَانُ الرَّجَاءِ عِنْدَ وُجُودِ الزَّلَلِ
“Salah satu tanda bergantungnya seseorang kepada amalnya adalah kurangnya raja’(harapan terhadap rahmat Allah) tatkala ia mengalami kegagalan(dosa)”
Untuk meraih keridhaan Allah Ta’ala, seorang muslim diwajibkan untuk beramal. Amal adalah perintah Allah, dan setiap perintah Allah wajib untuk kita taati. Namun demikian ia tidak boleh menyandarkan diri kepada amal itu dalam meraih keridhaanNya,
sebab betapapun melakukan suatu amalan, ia tidak akan pernah mampu untuk menunaikan apa
yg menjadi ‘hak Allah’ secara utuh. Sehingga ia tidak akan mungkin mampu melakukan seluruh kewajiban secara sempurna sebagai bentuk rasa syukur kepada-Nya.
Oleh karena itu Sang Guru berkata, bahwa salah satu tanda seseorang menyandarkan diri kepada kekuatan amalnya semata adalah kurangnya raja’ (harapan terhadap rahmat Allah Ta’ala) ketika dia melakukan dosa, atau tidak tercapainya tujuan.
Ini sesuai dengan sabda Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam.
“Berlakulah kalian setepat dan secermat mungkin. Sebab ketahuilah bahwa amal seseorang dari kalian tidak akan memasukkannya ke dalam surga”
Mereka para sahabat bertanya, ‘lalu bagaimana dengan Anda, wahai Rasulullah?’
Beliau menjawab, ‘”Aku juga, hanya saja Allah meliputiku dengan ampunan dan kasih sayang (rahmat)-Nya”‘(Diriwayatkan oleh enam imam hadits)
Allah Ta’ala berfirman:
“Ini merupakan karunia Rabbku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau justru mengingkari (nikmat2-Nya). Barang siapa bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Dan barang siapa ingkar, maka sesungguhnya Rabbku Mahakaya lagi Mahamulia”an-Naml:40
Setiap manusia tak akan pernah luput dari dosa, karena manusia “mahalul khataha’ wa nisyan” tempatnya salah dan lupa. Namun demikian dosa yang kita lakukan jangan sampai membawa kepada hilangnya harapan akan rahmat dan kasih sayangNya. Karena saat kita melakukan dosa Allah akan menjemput kita di pintu taubat.
Dalam sebuah hadits disebutkan: “Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tak pernah melakukan dosa”.
Namun demikian ini jangan menjadi alasan pembenar untuk selalu melakukan dosa. Karena tak ada dosa kecil jika dilakukan secara terus menerus dan tak ada dosa besar jika mau bertobat. Inilah konsep raja’ (harap) dan khauf (takut) yang diajarkan dalam Islam.
Wallahu a’lam…
